(Mahpudin 201010040311026)
Model Komunikasi dalam Membentuk Kepribadian Sosial
(Studi pada mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2011 di Universitas Muhammadiyah Malang)
A. Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk yang banyak menyimpan rahasia dan cerita. Pada dasarnya manusia berkomunikasi dan berinteraksi dengan manusia yang lainnya. Mereka berkomunkasi sesuai dengan kebutuhan dari diri mereka sendiri. Suatu hal yang ingin disampaikan kepada orang lain dengan menggunakan media ataupun tidak itu di sebut dengan komunikasi.
Kita semua tahu bahwa dalam penelitian
manusia tidak bisa hidup tanpa melakukan interaksi dengan makhluk hidup lainnya. Sehingga diperlukan suatu komunikasi dalam kehidupannya. Dari komunikasi tersebut timbullah rasa saling membutuhkan dan melengkapi diantara mereka.
Manusia di bumi ini memiliki berbagai sikap kemudian sikap yang dia miliki tersebut menjadi sebuah kepribadian social dan dapat di lihat serta dinilai oleh orang lain. Dalam kehidupan ada orang yang sikapnya pendiam, pemurung dan tidak terlalu banyak tingkah dan bicara. Ada juga yang mempunyai sikap peramah, suka becanda, periang, ceria dan terlalu banyak tingkah juga suka bicara/cerewet. Semua sikap itu bisa dipengaruhi oleh berbagai macam perihal. Baik itu yang bersifat internal ataupun eksternal.
Oleh karena latar belakang tersebut saya hendak meneliti dan mencari tahu apakah ada pengaruh dari model komunikasi ataupun cara berkomunikasi seseorang terhadap adanya sikap ataupun kepribadian social.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut saya hendak mencari tahu tentang pembentukan kepribadian social mahasiswa jurusan ilmu komunikasi angkatan 2011 Universitas Muhammadiyah Malang yaitu:
1. Adakah pengaruh model komunikasi dalam membentuk kepribadian social?
2. Bagaimana model komunikasi dalam membentuk kepribadian social?
C. Teori Terait
Dalam penelitian ini saya mengambil teori kepribadian psikodinamika dimana teori tersebut berasumsi bahwa kepribadian berfokus pada pergerakan energi psikologis di dalam manusia, dalam bentuk kelekatan, konflik, dan motivasi. Selain teori itu ada juga Teori Freud
Sigmund Freud berpendapat bahwa kepribadian terdiri dari tiga sistem utama: id, ego, dan superego. Setiap tindakan kita merupakan hasil interaksi dan keseimbangan antara ketiga sistem tersebut.
Id adalah system kepribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Saat dilahirkan, id berisi semua aspek psikologi yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan beroprasi dalam daerah unconscious, mewakili subjektivitas yang tidak pernah disadari sepanjang usia. Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle), yaitu: berusaha memperoleh kenikmatan dan menghindari rasa sakit.
Ego adalah perkembangan dari Id, sehingga ego beroperasi mengikuti prinsip realita (reality principle); usaha memperoleh kepuasan yang dituntut id dengan mencegah terjadinya tegangan baru atau menunda kenikmatan sampai ditemukan objek yang nyata-nyata dapat memuaskan kebutuhan. Selain itu ego adalah eksekutif (pelaksana) dari kepribadian, yang memiliki dua tugas utama; pertama, memilih stimuli mana yang hendak diresponde dan atau insting mana yang akan dipuaskan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Kedua; adalah bagaimana dan kapan kebutuhan itu dipuaskan dengan resiko yang minimal.
Superego adalah kekuatan moral dan etik dari keperibadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistic (idealistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistic dari ego. Prinsip idealistic mempunyai dua subprinsip, yakni conscience (suara hati) dan ego ideal (standar kesempurnaan).
Selain teori yang diatas saya juga menggunakan teori belajar social yang dibawa oleh Albert Bandura (1960s +) berusaha mengembalikan individu pada “personality” dengan menekankan saling pengaruh antara faktor kepribadian, lingkungan dan perilaku. Sehingga dapat dijadikan dasar dalam penelitian saya.
konsep dalam penelitian yang saya lakukan adalah dengan mengetahui tentang pengertian dan mendalami tentang model-model komunikasi dan kepribadian-kepribadian social yang dimiliki oleh manusia. Setelah memahami tentang hal-hal tersebut, saya berusaha masuk kedalam diri dari setiap mahasiswa yang akan dipilih menjadi calon responden yang akan saya teliti. Penelitian ini menggunakan angket dan draf wawancara. Angket saya gunakan untuk mengetahui kepribadian para responden sedangkan wawancara saya gunakan untuk mengetahui cara berkomunikasi mereka.
A. Pengertian Model Komunikasi
Memahami fenomena komunikasi, kita bisa menggunakan model-model komunikasi. Model itu sendiri adalah representasi suatu fenomena, baik nyata ataupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting dari fenomena tersebut. Model jelas bukan termasuk fenomena itu sendiri. Akan tetapi, peminat komunikasi, termasuk mahasiswa, sering mencampuradukan model komunikasi dengan fenomena komunikasi. Sebagai alat untuk menjelaskan fenomena komunikasi, model mempermudah penjelasan tersebut. Hanya saja model tersebut mereduksi fenomena komunikasi tersebut, artinya, ada nuansa lainnya yang terabaikan dan tidak terjelaskan oleh model tersebut. Akibatnya jika kita kurang hati-hati mengunakan model tersebut. Model tersebut dapat menyesatkan kita.
Menurut Sereno dan Mmortensen,1 model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Model komunikasi merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Sedangkan menurut B. Aubrey Fisher,2 model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan, unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan model.
B. Fungsi dan Manfaat Model
Pada dasarnya model memiliki fungsi sebagai alat yang mendeskripsikan fenomena dengan teoritis suatu atrukur dalam menguji temuan dalam “dunia nyata”. Menurut Gordon Wiseman dan Larry Barker3 mengemukakan bahwa model komunikasi mempunyai tiga fungsi: pertama, melukiskan proses komunikasi; kedua, menunjukan hubungan visual; ketiga, membantu dalam menemukanndan memperbaiki kemacetan komunikasi.
Deutsch menyatakan bahwa model komunikasi mempunyai empat fungsi: mengorganisasikan (kemiripan data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati; heuristic (menunjukan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui); prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga yang kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan berapa banyak; pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi.
C. Model-Model Komunikasi
Ada banyak model komunikasi yang biasa digunakan oleh para ilmuan untuk mengiterpretasikan fenomena yang ada di dalam kehidupan. Dari model yang sederhana sampai yang rumit. Yang pertama adalah model S-R, model aristoteles, model lasswell, model Shannon dan Weaver, model Schramm, model Newcomb, model Westley dan Maclean, model Gerbner, model Berlo, model DeFleur, model Tubbs, model Gudykunst dan Kim, dan model Interaksional.
Dalam ilmu komunikasi sebenarnya terdapat ratusan model komunikasi. Kita tidak mungkin membahas model-model tersebut satu persatu. Setiap model memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Kepribadian yang menjadi dasar dalam penelitian ini adalah kepribadian Sanguinis, kepribadian melankolis, kepribadian choleris dan kepribadian flegmatis. Dengan keterangan sebagai berikut:
A. KEPRIBADIAN SANGUINIS POPULER
Emosi Sangiunis Populer
Kepribadian yang menarik, Suka berbicara, Suka bicara, Menghidupkan pesta, Rasa humor yang hebat, Ingatan kuat untuk warna, Secara fisik memukau pendengar, Emosional dan demonstrative, Antusias dan Ekspresif, Periang dan penuh semangat, Penuh rasa ingin tahu, Baik di panggung, Lugu dan polos, Mudah diubah, Berhati tulus, Selalu kekanak-kanakan.
Sanguinis Populer di Pekerjaan
Sukarelawan untuk tugas, Memikirkan kegiatan baru, Tampak hebat di permukaan, Kreatif dan Inovatif, Punya energy dan antusiasme, Mulai dengan cara yang cemerlang, Mengilhami orang lain untuk ikut, Mempesona orang lain untuk bekerja.
a.) Sanguinis Populer sebagai Teman
Mudah berteman, Mencintai orang, Suka dipuji, Tampak menyenangkan
b.) Sanguinis Populer Sebagai Orang tua
Membuat rumah menyenagkan, Disukai teman anak-anak, Mengubah bencana menjadi humor, Merupakan pemimpin sirkus.
c.) Sanguinis Populer Sebagai Teman
Dicemburui Orang lain, Bukan pendendam, Cepat minta maaf, Mencegah saat yang membosankan, Suka kegiatan spontan
Cara Menyesuaikan Diri Dengan Orang Sanguinis
· Kenali Kesulitan Mereka dalam Menyelesaikan Tugas
· Sadarilah Mereka Bicara Tanpa Berpikir Terlebih Dahulu
· Sadari Mereka Mempunyai Variasi dan Fleksibilitas
· Bantulah Mereka Agar Tidak Menerima Lebih dari yang Bisa Mereka Lakukan
· Jangan Harapkan Mereka Mengingat Janji Pertemuan atau Tepat Waktu
· Pujilah Mereka untuk Segala Apa yang Telah Mereka Capai
· Ingat Bahwa Mereka Adalah Orang yang Terpengaruh Dengan Keadaan
· Bawakan Mereka Hadiah karena Mereka Menyukai Permainan Baru
· Terimalah kenyataan Bahwa Mereka Mnedapatkan Kesenangan Dari apa Yang akan Memalukan Orang Lain
· Sadarilah mereka Bermaksud Baik
B. KEPRIBADIAN MELANKOLIS SEMPURNA
a.) Emosi Melankolis Sempurna
Mendalan dan penuh pikiran, Analitis, Serius dan tekun, cenderung Jenius, Berbakat dan Kreatif, Artistik dan musical, Filosofis dan puitis, Menghargai keindahan, Perasa terhadap orang lain, Suka berkorban, Penuh kesadaran, Idealis, Pesimis, Moody, Cemas, Sederhana, Pendiam.
b.) Melankolis Sempurna Sebagai Orang tua
Menetapkan standart tinggi, Ingin segalanya dilakukan dengan benar, Menjaga rumah selalu rapi, Merapikan barang anak-anak, Mengorbankan keinginan sendiri untuk orang lain, Mendorong intelegensi dan bakat
c.) Melankolis Sempurna Di Pekerjaan
Berorientasi jadwal, Perfecksionis, Standar tinggi, Sedia perincian, Gigih dan cermat, Tertib dan terorganisasi, Teratur dan rapi, Ekonomis, Melihat masalah, mendapat pemecahan kreatif, Perlu meyelesaikan apa yang dimulai, Suka diagram, grafik, bagan dan daftar.
d.) Melankolis sempurna Sebagai teman
Hati-hati dalam berteman, Puas tinggal di latar belakang, Menghindari perhatian, Setia dan berbakti, Mau mendengarkan keluhan, Bisa memecahkan masalah orang lain, SAngat memperhatikan orang lain, Terharu oleh air mata penuh belas kasihan, Mencari teman hidup ideal, suka menyendiri, kurang dapat bergaul
Cara Menyesuaikan Diri Dengan Orang Melankolis
· Ketahuilah Bahwa Mereka Sangat Perasa dan Mudah sakit Hati
· Sadarilah Bahwa mereka diProgram dengan Sikap Pesimistis
· Belajarlah Berurusan dengan Tekanan Jiwa
· Pujilah Mereka Dengan Tulus dan Penuh Kasih Ssayang
· Terimalah Kenyataan Bahwa Kadang-Kadang Mereka Menyukai Kesunyian
· Menikmati Kesunyian? Iyah ..
· Berusahalah Menepati Jadwal yang Masuk Akal
· Sadarilah Bahwa Kerapian Itu Perlu
· Bantulah mereka Untuk Tidak Menjadi Budak Keluarga (Catatan Khusus bagi Pria yang berIstri orang meLankolis yang sempurna)
C. KEPRIBADIAN KOLERIS YANG KUAT
a.) Emosi Koleris Kuat
Berbakat pemimpin, Dinamis dan aktif, Sangat memerlukan perubahan, Harus memperbaiki kesalahan, Berkemauan kuat dan tegas, Tidak emosional bertindak, Tidak mudah patah semangat, Bebas dan mandiri, Memancarkan keyakinan, Bisa menjalankan apa saja.
b.) Koleris Kuat Sebagai Orang Tua
Memberikan kepemimpinan kuat, Menetapkan tujuan, Memotivasi Keluarga untuk kelompok, Tahu jawaban yang benar, Mengorganisasi rumah tangga.
c.) Koleris Kuat Di Pekerjaan
Berorientasi target, Melihat seluruh gambaran, Terorganisasi dengan baik, Mencari pemecahan praktis, Bergerak cepat untuk bertindak, Mendelegasikan pekerjaan, Menekankan pada hasil, Membuat target, Merangsang kegiatan, Berkembang karena saingan
d.) Koleris Kuat Sebagai Teman
Tidak terlalu perlu teman, Mau bekerja untuk kegiatan, Mau memimpin dan mengorganisasi, Biasanya selau benar, Unggul dalam keadaan darurat.
Cara Menyesuaikan Diri Dengan Koleris yang Kuat
· Akuilah bahwa Mereka Brebakat Pemimpin
· Bersikeraslah Melakukan Komunikasi Dua Arah ( Jelas, Singkat, Tegas Namun Ramah)
· Ketahuilah Bahwa Mereka tidak Bermaksud Menyakiti
· Jangan Memaksa Kemujuran Anda
· Berusahalah membagi-Bagi Bidang Tanggung Jawab
· Sadarilah mereka Tidak Penuh Belas Kasihan
· Ketahuilah Bahwa Mereka Selalu Benar
D. KEPRIBADIAN PHLEGMATIS YANG DAMAI
a.) Emosi Phlegmatis Damai
Kepribadian rendah hati, Mudah bergaul dan santai, Diam, tenang, Dan Mampu SAbar, Baik Keseimbangannya, Hidup Konsisten, Tenang tetapi cerdas, Simpatik dan baik hati, Menyembunyikan emosi, Bahagia menerima kehidupan, Serba guna
b.) Phlegmatis Damai Sebagai Orang Tua
Menjadi orang tua yang baik, Menyediakan waktu bagi anak-anak, Tidak tergesa-gesa, Bisa mengambil yang baik dari yang buruk, Tidak mudah marah
c.) Phegmatis DAmai Di pekerjaan
Cakap dan mantap, Damai dan mudah sepakat, Punya kemampuan administrative, Menjadi penengah masalah, Menghindari konflik, Baik di bawah tekanan, Menemukan cara yang mudah,
d.) Phlegmatis Damai Sebagai teman
Mudah diajak bergaul, Menyenangkan, Tidak suka menyinggung, Pendengar yang baik, Selera humor yang menggigit, Suka mengawasi orang, Punya banyak teman, Punya belas kasihan dan perhatian
Cara Menyesuaikan Diri Dengan Plegmatis
· Sadarilah mereka Memerlukan Motivasi Langsung
· Bantula Mereka Menetapkan Tujuan dan Memperoleh Imbalan
· Jangan Mengharapkan Antusiasme
· Sadarilah Bahwa Mereka Menunda-Nunda Merupakan Benuk Kontrrol Mereka Secara Diam-Diam
· Paksalah Mereka Membuat Keputusan
· Jangan Menumpuk Semua Kesalahan pada Mereka
· Doronglah mereka Untuk Menerima Tanggung Jawab
· Hargai Disposisi Mereka yang Merata
D. Metode Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan dengan metode survey dengan teknik pengumpulan data seperti:
a. Pengamatan Terlibat (observasi-partisipatif)
Peneliti melakukan pengamatan langsung ke lapangan dengan masuk kedalam perkumpulan mahasiswa. Data yang ingin diperoleh melalui observasi-partisipatif ini meliputi: (1) bagaimana cara mahasiswa berkomunikasi dengan temannya, (2) melihat keadaan mahasiswa tersebut. (3) ikut merasakan menjadi bagian dari mahasiswa tersebut. Dan (4) aktivitas mahasiswa dalam berkomunikasi sehingga membentuk kepribadian tersebut.
b. Angket
Pengumpulan data melalui angket digunakan untuk memudahkan menganalisis data dari para objek penelitian.
c. Wawancara
Pengumpulan data melalui wawancara ini digunakan untuk menganalisis bagaimana cara dia berkomunikasi dengan orang lain sehingga membentuk kepribadian tersebut.
d. Objek/Subjek
Subjek dari Penelitian ini adalah Mahasiswa ilmu komunikasi angkatan 2011 universitas Muhammadiyah Malang.
e. Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di kantor HIMAKOM Student Centre lantai 3 kampus III Universitas muhammadiyah malang pada tanggal 21 Desember 2011.
E. Pembahasan
Penelitian ini di lakukan di kampus Universitas Muhammadiyah Malang, tepatnya di Gedung Student Centre (SC) kantor Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) , dengan responden sebanyak 4 orang mahasiswa komunikasi dari angkatan 2011 yang mewakili empat kepribadian social. Dalam penelitian ini peneliti membagikan angket terhadap responden tersebut dengan jumlah soal 20 dan 16 soal wawancara untuk membantu melengkapi data yang hendak dicari atau di teliti.
Pertanyaan penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif untuk parametris yang artinya hanya satu variable.Pertanyaan tersebut dinilai dengan poin 1-5, dengan ketentuan responden yang memilih Sangat Setuju (SS) mendapat poin 5, koresponden yang memilih Setuju (S) mendapat poin 4, yang memilih Biasa Saja (BS) mendapat poin 3, memilih Tidak Setuju (TS) mendapat 2 poin, dan yang memilih Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat poin 1. Apabila ada yang tidak menjawab dianggap 0 (nol).
Sedangkan hasil wawancara itu digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cara atau model komunikasinya terhadap kepribadian social yang terbentuk. Berikut adalah analisisnya.
a. Hasil interview dan angket
Sebelum melakukan interview saya menjelaskan terlebih dahulu tentang model-model komunikasi yang menjadi patokan penelitian, yakni model S-R, model Laswell, model Newcomb, dan model Shannon dan Weaver.kemudian mereka memilih model yang menurut mereka itu adalah cara mereka berkomunikasi.
1. Apakah anda berkomunikasi dengan teman anda karena ada dorongan untuk berkomunikasi?
Dari pertanyaan no. 1 Responden Pertama (Holfi Cicik Juita) hanya menjawab: ya, dengan tanpa alasan.
2. Bagaimana perasaan anda jika teman yang anda sukai berkedip mata kepada anda?
Pertanyaan ini Holfi menjawab senang sekali, karena saya akan merasa sempurna dalam hidup saya.
3. Menurut anda benarkah jika berkomunikasi itu bukan suatu proses melainkan bisa diramalkan apa yang akan terjadi dengan melihat mimic muka?
Jawaban: ya, bukan hanya proses tetapi bias diramalkan ya memang seperti itu.
4. Apakah anda termasuk orang yang berkomunikasi dengan menggunakan media ?
Dari pertanyaan Screening No. 4-6 dijawab oleh Responden Kedua (Tities Jendrayu Sarasati). Pertanyaan no. 4 dia menjawab: ya, dong, karena menurut saya komunikasi memang
5. Menurut anda apakah penting bila dalam berkomunikasi itu ada timbal balik?
Jawaban: Pentinglah, karena kalau tidak ada timbale balik berarti orang yang kita ajak bicara lagi tidak mau menerima kita.
6. Apakah dalam berkomunikasi informasi yang anda berikan itu disaring terlebih dahulu?
Jawaban: ya jelaslah, siapa tahu salah informasinya kita akan malu.
7. Jika anda berkomunikasi apakah sering terjadi gangguan seperti psikologis atau gangguan fisik (melamun).?
Jawaban: Responden Keempat (Irvan F), menjawab sering, ya ialah masa ada yang lain.
8. Apabila anda berkomunikasi untuk memberikan pesan dan pesan tersebut untuk dikonsumsi oleh penerima dengan tidak ada feedback?
Jawaban: gimana ya,,, eh gak bolehhh,, salah tuh,,, gak tahu aku, beneran ke,,
9. Bagaimana Menurut anda berkomunikasi itu bagai kita bermain matematika?
Jawaban: iya, karena berkomunikasi itu menyampaikan informasi, dan membuat orang lain susah, itulah yang membuat seperti matematika, pusingnya.
10. Bagaimana jika anda dihadapkan pada suatu yang anda tidak sukai tetapi anda harus menyukainya (komunikasi)?
Jawaban: Responden Ketiga (Debby Y.T.P) menjawab, aku akan tetap menyukai karena alasanku hanya sekedar menghargai dia saja
11. Bila anda membicarakan orang lain kepada teman anda, anda akan senang jika dia satu pemikiran dengan anda (adanya simetris dari komunikasi)?
Jawaban: benar, karena kalao gak ada pembicaraan yang sama itu akan garing (biasa saja).
12. Berapa sering anda membicarakan teman yang anda sukai atau yang anda tidak sukai?
Jawaban: sering banget, malahan setiap hari.
Sedangkan untuk menganalisis empat model kepribadiannya saya menggunakan angket/quisioner dengan 20 pertanyaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kuantitatif untuk parametris yang artinya hanya satu variable. Pertanyaan tersebut dinilai dengan poin 1-5, dengan ketentuan responden yang memilih Sangat Setuju (SS) mendapat poin 5, koresponden yang memilih Setuju (S) mendapat poin 4, yang memilih Biasa Saja (BS) mendapat poin 3, memilih Tidak Setuju (TS) mendapat 2 poin, dan yang memilih Sangat Tidak Setuju (STS) mendapat poin 1. Apabila ada yang tidak menjawab dianggap 0 (nol). Berikut adalah analisisnya:
1. Analisia indicator
Penentuan angka rata-rata pada setiap indicator akan ditentukan dengan rumus M = fx : n. hasil hitung rata-rata akan dikonsultasikan pada limit interpal jenjang kualifikasi dalam rentang nilai terendah 0,0 dan nilai tertinggi adalah 5,0 yang penyebarannya diurutkan sebagai berikut :
0,0 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
Sangat Rendah Cukup Tinggi Sangat
Rendah Tinggi
a.) Responden Pertama (Holfi Cicik Juwita)
1. Kepribadian Sanguinis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 1 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki rasa humor yang tinggi? pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai : 3
Pada item no 2 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya periang dan penuh semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 3 pertanyaan yang diajukan adalah: Mengubah bencana menjadi humor, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 4 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya jika berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 5 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya sebagai teman mudah meminta maaf, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (3 + 3 + 2 + 2 + 5) = 15 : 5 = 3 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai cukup untuk kepribadian sanguinis.
2. Kepribadian Melankolis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 6 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya termasuk orang yang idealis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 7 pertanyaan yang diajukan adalah: Menginginkan segalanya dilakukan dengan benar, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 8 pertanyaan yang diajukan adalah: saya termasuk orang yang perfecksionis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 9 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih mengorbankan keinginan pribadi dari pada orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 10 pertanyaan yang diajukan adalah: Mudah terharu oleh air mata yang penuh belas kasih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 4 + 3 + 3 + 5) = 19 : 5 = 3,8 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian Melankolis.
3. Kepribadian Koleris
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 11 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki kemauan kuat dan tegas pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 12 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya berbakat menjadi pemimpin, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 13 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah patah semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 14 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak emosional dalam bertindak, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 15 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak mudah terharu oleh situasi yang sedih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 3 + 4 + 3 + 2) = 16 : 5 = 3,2 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian koleris.
4. Kepribadian Phlegmatis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 16 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya selalu rendah hati dalam segala hal, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai : 3
Pada item no 17 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya mudah bergaul dengan orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 18 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tipe orang yang suka mendengar (pendengar yang baik), pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 19 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih suka menghindari konflik, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 20 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah marah, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (3 + 2 + 4 + 5 + 3) = 17 : 5 = 3,4 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai cukup untuk kepribadian phlegmatic.
b.) Responden Kedua (Tities Jendrayu Sarasati)
1. Kepribadian Sanguinis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 1 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki rasa humor yang tinggi? pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 2 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya periang dan penuh semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 3 pertanyaan yang diajukan adalah: Mengubah bencana menjadi humor, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 4 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya jika berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 5 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya sebagai teman mudah meminta maaf, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 5 + 4 + 2 + 5) = 20 : 5 = 4 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian sanguinis.
2. Kepribadian Melankolis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 6 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya termasuk orang yang idealis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 7 pertanyaan yang diajukan adalah: Menginginkan segalanya dilakukan dengan benar, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 8 pertanyaan yang diajukan adalah: saya termasuk orang yang perfecksionis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 9 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih mengorbankan keinginan pribadi dari pada orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 10 pertanyaan yang diajukan adalah: Mudah terharu oleh air mata yang penuh belas kasih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 4 + 3 + 2 + 3) = 16 : 5 = 3,2 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian Melankolis.
3. Kepribadian Koleris
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 11 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki kemauan kuat dan tegas pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 12 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya berbakat menjadi pemimpin, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 13 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah patah semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 14 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak emosional dalam bertindak, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 15 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak mudah terharu oleh situasi yang sedih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 4 + 5 + 4 + 3) = 20 : 5 = 4 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian koleris.
4. Kepribadian Phlegmatis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 16 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya selalu rendah hati dalam segala hal, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai : 5
Pada item no 17 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya mudah bergaul dengan orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 18 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tipe orang yang suka mendengar (pendengar yang baik), pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 19 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih suka menghindari konflik, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 20 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah marah, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (5 + 5 + 5 + 4 + 3) = 23 : 5 = 4,6 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai Sangat tinggi untuk kepribadian phlegmatis.
c.) Responden Ketiga (Debby Yolanda Tiara Putri)
1. Kepribadian Sanguinis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 1 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki rasa humor yang tinggi? pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai : 5
Pada item no 2 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya periang dan penuh semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 3 pertanyaan yang diajukan adalah: Mengubah bencana menjadi humor, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 4 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya jika berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 5 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya sebagai teman mudah meminta maaf, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (5 + 5 + 5 + 4 + 5) = 24 : 5 = 4,8 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai sangat tinggi untuk kepribadian sanguinis.
2. Kepribadian Melankolis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 6 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya termasuk orang yang idealis, pertanyaan tersebut tidak dijawab oleh responden; sehingga diperoleh nilai : 0
Pada item no 7 pertanyaan yang diajukan adalah: Menginginkan segalanya dilakukan dengan benar, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 8 pertanyaan yang diajukan adalah: saya termasuk orang yang perfecksionis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 9 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih mengorbankan keinginan pribadi dari pada orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 10 pertanyaan yang diajukan adalah: Mudah terharu oleh air mata yang penuh belas kasih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (0 + 4 + 3 + 4 + 4) = 15 : 5 = 3 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai cukup untuk kepribadian Melankolis.
3. Kepribadian Koleris
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 11 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki kemauan kuat dan tegas pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 12 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya berbakat menjadi pemimpin, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 13 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah patah semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 14 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak emosional dalam bertindak, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 15 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak mudah terharu oleh situasi yang sedih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 2
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 4 + 4 + 4 + 3) = 19 : 5 = 3,8 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian koleris.
4. Kepribadian Phlegmatis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 16 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya selalu rendah hati dalam segala hal, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai : 4
Pada item no 17 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya mudah bergaul dengan orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 18 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tipe orang yang suka mendengar (pendengar yang baik), pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 19 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih suka menghindari konflik, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 20 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah marah, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (4 + 5 + 5 + 4 + 4) = 22 : 5 = 4,2 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai sangat tinggi untuk kepribadian phlegmatis.
d.) Responden Keempat (Irvan Fanani)
1. Kepribadian Sanguinis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 1 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki rasa humor yang tinggi? pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai : 3
Pada item no 2 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya periang dan penuh semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 3 pertanyaan yang diajukan adalah: Mengubah bencana menjadi humor, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Tidak Setuju (TS); sehingga diperoleh nilai: 2
Pada item no 4 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya jika berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 5 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya sebagai teman mudah meminta maaf, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (3 + 5 + 2 + 3 + 4) = 17 : 5 = 3,4 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian sanguinis.
2. Kepribadian Melankolis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 6 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya termasuk orang yang idealis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai : 3
Pada item no 7 pertanyaan yang diajukan adalah: Menginginkan segalanya dilakukan dengan benar, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 8 pertanyaan yang diajukan adalah: saya termasuk orang yang perfecksionis, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 9 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih mengorbankan keinginan pribadi dari pada orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 10 pertanyaan yang diajukan adalah: Mudah terharu oleh air mata yang penuh belas kasih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (3 + 5 + 3 + 5 + 3) = 19 : 5 = 3,8 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian Melankolis.
3. Kepribadian Koleris
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 11 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya memiliki kemauan kuat dan tegas pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sanagt Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai : 5
Pada item no 12 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya berbakat menjadi pemimpin, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 13 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah patah semangat, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Pada item no 14 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak emosional dalam bertindak, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 15 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tidak mudah terharu oleh situasi yang sedih, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (5 + 5 + 5 + 4 + 3) = 22 : 5 = 4,2 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai Sangat tinggi untuk kepribadian koleris.
4. Kepribadian Phlegmatis
Dari indicator ini diajukan 5 pertanyaan, pada item no 16 pertanyaan yang di ajukan adalah : Saya selalu rendah hati dalam segala hal, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai : 5
Pada item no 17 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya mudah bergaul dengan orang lain, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 18 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya tipe orang yang suka mendengar (pendengar yang baik), pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Setuju (S); sehingga diperoleh nilai: 4
Pada item no 19 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya lebih suka menghindari konflik, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Cukup (C); sehingga diperoleh nilai: 3
Pada item no 20 pertanyaan yang diajukan adalah: Saya orang yang tidak mudah marah, pertanyaan tersebut dijawab oleh responden Sangat Setuju (SS); sehingga diperoleh nilai: 5
Dari kelima interval di atas, diperoleh nilai (5 + 3 + 4 + 3 + 5) = 20 : 5 = 4 dan angka tersebut menunjukan bahwa responden memiliki skala nilai tinggi untuk kepribadian phlegmatis.
Dari hasil penghitungan angket dapat analisis bahwa responden yang pertama itu memiliki nilai yang paling tinggi pada Kepdibadian Melankolis, responden kedua memiliki nilai paling tinggi pada Kepribadian Phlegmatis, responden ketiga memiliki nilai paling tinggi pada Kepribadian Sanguinis dan yang terakhir responden keempat memiliki nilai paling tinggi pada Kepribadian Koleris.
Untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari model komunikasi terhadap pembentukan kepribadian social mahasiswa. Ternyata orang yang melankolis cenderung menggunakan model komunikasi S-R, dari model Stimulus – respon membentuk seseorang yang berkepribadian sempurna. Sedangkan orang yang biasa dengan model laswell yang dimana pada model ini dituntut untuk adanya effek dari sebuah komunikasi yang dilakukan sehingga membentuk kepribadian yang damai (phlegmatic). Kemudian orang yang menggunakan model Shannon dan Weaver yang selalu memperlihatkan tentang kepedulian terhadap orang yang menjadi lawan komunikasinya itu membentuk kepribadian popular (sanguinis). Dan yang terakhir adalah orang yang menggunakan model newcomb yang berkomunikasi dengan memiliki banyak gangguan dia akan menciptakan kepribadian yang kuat (koleris).
Semua kepribadian yang terbentuk dari cara atau model dari komunikasi yang dilakukan itu bergantung dari kepribadian itu sendiri, lingkungan dan juga prilaku yang dilakukan oleh mereka. Sesuia dengan teori dari Albert Bandura yang menyatakan demikian. Selain itu kepribadian yang dibentuk dari cara berkomunikasi mereka dibentuk karena adanya Id, Ego, dan SuperEgo.
F. Penutup
a. Kesimpulan
1.) Responden pertama memiliki kepribadian Melankolis dengan menggunakan model S-R dengan perhitungan sebesar 19 poin dan skala 3,8 (nilai tinggi)
2.) Responden kedua memiliki kepribadian Phlegmatic dengan menggunakan model laswell dengan perhitungan sebesar 23 poin dan skala 4,6 (nilai sangat tinggi)
3.) Responden ketiga memiliki kepribadian Sanguinis dengan menggunakan model shannon dan weaver dengan perhitungan sebesar 24 poin dan skala 4,8 (nilai sangat tinggi)
4.) Responden keempat memiliki kepribadian koleris dengan menggunakan model newcomb dengan perhitungan sebesar 22 poin dan skala 4,4 (nilai sangat tinggi)
5.) Kepribadian social ternyata dapat dipengaruhi oleh model dari responden berkomunikasi
6.) Model komunikasi mempengaruhi kepribadian dengan menggunakan proses dari komunikasi yang mereka lakukan dalam membentuk hal tersebut.
G. Daftar Pustaka
Prof. Dr. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D, ILMU KOMUNIKASI “suatu pengantar”
Dayakisni, Tri & Hudaniah. 2009. Psikologi Sosial. UMM Press. Malang
Partanto, Pius A. & Al Barry, M. Dahlan. 1994. Kamus Ilmiah Populer. Arkola. Surabaya
Prof. Dr. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D
Ritzer, George & Goodman, Douglas J. 2004. Sosiological Theory. Kreasi Wacana. Yogyakarta.
Dayakisni, Tri & Hudaniah. 2003. Psikologi Sosial, edisi revisi. UMM Press. Malang
Alwisol. Psikologi Kepribadian, edisi revisi. UMM Press. Malang
H. Lampiran
1. Table Perbandingan Subjek Penelitian
No | Nama | Tanggal | Perbedaan Prilaku |
1 | Holfi Cicik Juwita | 21/12/2011 | Tipe-tipe orang yang ingin selalu sempurna dalam segala hal. |
2 | Tities Jendrayu Sarasati | 21/12/2011 | Energy dan lebih menyukai hal-hal yang damai (cinta damai) |
3 | Debby Yolanda Tiara Putri | 21/12/2011 | Selalu ingin dikenal orang |
4 | Irvan Fanani | 21/12/2011 | Mempunyai prinsip yang teguh |
2. Dokumentasi Penelitian

2 komentar:
ini bro aku mau tanya apakah orang itu selalu bisa di kelompokkan, seperti itu, plegmatis,sanguinis,melankolis,koleris? apakah disitu gak memungkinkan seseorang mempunyai sifat gabungan diantara keduanya itu misal koleris melan kilis gitu?
M. RIFAUL YAHYA
201010040311200
jadi seperti ini brey,,, yg saya teliti adalah sipat yg menjadikan dia dominan dari yg lain, tapi pada dasarnya manusia itu bisa memiliki macam2 sifat dari ke 4 sifat di atas,,, seperti itu brey, jd bisa saja satu orang memiliki kpribadian yg banyak tapi hanya 1 yg mendominasi diri mereka,,,,
mahpudin 201010040311026
Posting Komentar