Sit amet felis. Mauris semper,

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, ...

Category name clash

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. ...

Test with enclosures

Here's an mp3 file that was uploaded as an attachment: Juan Manuel Fangio by Yue And here's a link to an external mp3 file: Acclimate by General Fuzz Both are CC licensed. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, ...

Block quotes

Some block quote tests: Here's a one line quote. This part isn't quoted. Here's a much longer quote: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. In dapibus. In pretium pede. Donec molestie facilisis ante. Ut a turpis ut ipsum pellentesque tincidunt. Morbi blandit sapien in mauris. Nulla lectus lorem, varius aliquet, ...

Contributor post, approved

I'm just a lowly contributor. My posts must be approved by the editor.Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in quam. Etiam augue pede, molestie eget, rhoncus at, convallis ut, eros. Aliquam pharetra. Nulla in tellus eget odio sagittis blandit. Maecenas at ...

Kamis, 17 November 2011

coba ngarang nie,,,

Aput sang pemimpi
By: mahpudin
(201010040311026)

Sebuah perjuangan dari seorang anak yang ingin menjadi seseorang yang berarti dalam kehidupan dunia dan majadi yang terbaik dari yang terbaik harus Manahan rasa perih, merasakan berbagai macam penderitaan dalam kehidupan dan selalu mandapatkan kesengsaraan. Mengapa tidak ???.... acap kali anak itu disetiap kesempatan dia selalu berusaha untuk
jadi yang lebih baik tapi hal itu sia – sia belaka, hal yang dia harapkan untuk menjadi yang terbaik kini harus dia telan kembali karena setiap kali dia baik selalu dipandang buruk oleh yang lain. Sebut saja namanya Aput bin abdillah, dia adalah seorang anak dari pasangan seorang petani kecil yang tidak mempunai apa – apa. Tapi dia tetap saja bersih keras untuk
bisa menjadi yang berguna dan membahagiakan kedua orang tuanya yang berusaha keras juga untuk membiayai dia sekolah sampai dia bisa merasakan yang namanya SMA. Rasanya perjalan hidup dari seorang Aput tidak berhenti sampai SMA tapi rasa gigih dan semangat belajar Aput yang begitu besar mendorong Aput untuk tetap belajar dan terus belajar. Karena ketidak mampuannya dia di SMA, Aput tinggal di sebuah panti asuhan yang jarak antara sekolah dengan panti yang dia tinggali itu sangat dekat. Masa – masa SMA akan hamper selesai, beberapa bulan lagi dia akan lulus dari sekolah menengah atasnya itu. Dia selalu berfikir untuk melanjutkan studinya itu bagaimana setelah dia keluar, akan di lanjutkan kemana, dan semua pikiran Aput setelah dia keluar.
Dalam suatu ketika, ada sebuah kesempatan didepan mata yakni berupa sebuah kesempatan melanjutkan studinya di sebuah perguruan tinggi ternama. Dia berfikir “ mungkin inilah saatnya aku membuktikan pada semua orang bahwa aku mampu untuk menjadi kebanggan mereka”. Kesempatan yang menjanjikan itu tidak dia lewatkan, dia berusaha untuk mendapatkan kesempatan emas yang ada didepannya itu. Selalu dia berusaha dengan teguhnya, gigih, rajin, dan pantang menyerah untuk mendapatkan hal yang di impikannya itu.
Akhirnya dia pun mencoba mengirimkan biodata dia keperguruan tinggi tersebut dengan harapan dia dapat diterima dengan tanpa test disana. Aneh memang belum dia mendaftar ada saja halangan dan cobaan yang diterima oleh dia tiba – tiba…

“ hai kamu, !!!”
“ ya, saya???”
“ iya kamu… siapa nama kamu???”
“ nama saya Aput”
“ apa??? Aput??? Gak salah???”
“ gak, emangnya ada yang salah???”
“ hahahahahah….. namamu unik ya??? Kau mau daftar???”
“ ya, saya memang mau daftar”
“ jalur apa???
“ tanpa test”
“ seorang yang memiliki nama unik ingin masuk tanpa test, hahaha”
“ kenapa sih kamu dari tadi ketawain aku terus???”
“ denger ya, kamu tidak akan diterima di sini, lebih baik kamu pulang sana !!!”

Perkataan dari seorang pemuda yang tidak dia kenal itu sangat menusuk hatinya. Dia sedih mendengar perkataan yang menyakitkan itu, tapi dia tetap sabar dan dengan tekad yang kuat dia tetap mendaftarkan diri di perguruan itu. Dia selalu optimis dengan apa yang dia lakukan walaupun memang terkadang dia mendapatkan hasil yang tidak memuaskan.
Di SMA Aput memang tergolong anak yang pandai. Dia disetiap semester selalu menjadi juara kelas, selalu dikelilingi oleh teman yang baik walaupun teman – temannya itu hanya ingin mendapatkan jawaban dari setiap ada ulangan. Tapi Aput tetap saja menjadikan mereka teman bahkan Aput mengangap mereka sebagai saudara. Tapi ada juga teman yang benar – benar menjadi seorang teman mereka menganggap Aput itu sebagai teman yang baik hati, selalu menolong jika dalam kesulitan, selalu ada jika sedang bersedih itulah Aput.
Tidak terasa satu minggu lagi Aput dan semua teman – temannya akan melaksanakan try out untuk menguji coba sejau mana kemampuan siswa untuk menghadapi ujuan nasional. Aput dan teman – temannya sangat merasakan gugup yang begitu sangat. Teman – temannya yang dari panti maupun dari luar panti  menghampiri dia.

“ put….”
“ ya…”
“ bisa kamu Bantu kami kan???”
“ Bantu untuk apa ya???”
“ sebentar lagikan kita TO, kita boleh gak belajar bersama???”
“ ya udah, kalian datang saja sehabis ashar”
“ ok. Kami akan datang setelah ashar”
“ ya, kalau begitu aku tunggu dipanti”
“ ok. Kami akan bawa makanan supaya lebih enak belajarnya, ginama???”
“ terserah kalian tapi nanti jangan makan terus ya…. Kita kan niatnya belajar bersama”
“ ok. Siap”

Aput yang tadinya selalu merasa sendiri setiap kali dia dip anti sekarang dia merasa senang sekali karena kesendirian itu kini telah terobati walaupun hanya untuk sementara waktu saja. Teman – teman di pantinya pun yang tadinya tidak mempedulikan dirinya kini berbalik mendekatinya tapi Aput tidak membeda – bedakan mana teman yang sesungguhnya mana yang hanya berpura – pura menjadi teman. Kadang Aputpun merasa bingung sendiri mana teman yang sebenarnya bagi dirinya.  
Waktu terasa semakin cepat tiba juga akhirnya kesendirian Aput telah berubah. Teman – teman Aput datang ada yang membawa kue, minuman, dan yang lainnya untuk di makan bersama – sama. Yang pastinya merekapun tidak lupa membawa buku untuk belajar bersama Aputpun langsung mengumpulkan teman – temannya. Di luar masjid dekat panti, merekapun memulai dengan menentukan pelajaran apa yang akan mereka mulai di hari pertamanya mereka belajar. Banyak usulan dari teman – teman yang rebut yang ini dulu, yang itu dulu, dan bla, bla, bla…. Walaupun keributnya mereka mengganggu Aput tapi Aput merasa senang karena dia sekarang sudah tidak sendiri lagi.

“ ok,ok. Teman – teman bagaimana jika sekarang kita mulai dengan makematika dulu???”
“ boleh juga”
“ eh, nati dulu gimana kalau ekonomi saja itukan lebih susah”
“ gak akh, lebih baik geografi dulu kitakan jarang ngebahas itu”
“ ok,ok. Sekarang kita ambil suara terbayak”
“ ok…..”

Kebijaksanaan Aput menutup semua keributan mereka akhirnya membuat kesepakatan dengan cara seperti itu, dan akhirnya mereka memutuskan jika pelajaran pertama yang akan mereka bahas adalah matematika. Merekapun bersama – sama membahas soal matematika yang sudah disiapkan oleh Aput. Dia meminta soal – soal latihan ujian nasional dari bapak kepala sekolah, dan dari hasil pencariannya di internet. Suka, senang, terpancar dimuka seorang anak yang tadinya tidak pernah dipandang dan selalu di rendahkan dia adalah Aput.
Waktupun semakin menggilas mereka akhirnya merekapun telah selesai belajar dan merekapun pulang. Sebelum pulang mereka juga meminta kepada Aput agar besok dia bisa mengajarkan kepada mereka lagi karena kata mereka lebih mengerti belajar dengan Aput dari pada belajar di sekolah. Dan Aputpun tidak bisa untuk tidak bilang tidak. Merekapun langsung pulang dan mengucapkan terimakasih. Rasa sendiri kini telah hilang Aput merasa senang dan gembira… walau dirinya tahu bahwa itu hanyalah sementara dan tidak akan selamanya. Tapi walaupun begitu dia tetap merasa bahagia karenanya, karena memang seperti itulah diri Aput.
Satu minggu telah berlalu Aput dan teman – temannya sekarang mulai menghadapi TO. Satu hari telah mereka lewati, banyak perbincangan – perbincangan pada diri mereka ada yang bilang inilah, itulah, dan bla,bla, bla…..

“ put… susah banget sih”
“ ya, namanya juga ujian latihan belum nanti ujian yang sesungguhnya.”
“ iya ni put, susah banget sih”
“ yang sabar saja kita berdo’a sama sama”
“ benar tu kata si Aput, gak boleh kita patah semangat, kitakan sudah belajar”
“ nah itu baru semangat, yang penting kita sudah coba namanya juga TO, iya kan???”
“ iya juga sih”
“ ya sudah masih tersisa lima hari lagi”
“ ok. Kita sama – sama belajar”

Perjuangan mereka kini telah berakhir semua pelajara yang di ujiankan telah mereka bereskan, ada yang senang, lega walaupun sebenarnya di dalam hati mereka merasa degk – degkkan. Mereka sekarang hanya tinggal menunggu kepastian mereka bisa lulus atau tidak. Aput yang juga dari setiap semester menjadi juara kelaspun merasa dirinya tidak bisa lulus dengan sempurna tapi demikian Aput dan yang lainnya sama – sama berdo’a agar mereka semua bisa lulus TO.
Latihan demi latihan mereka tempuh kembali untuk menghadapi ujian yang sesungguhnya yakni ujian nasional yang mereka tunggu. Ada sekitar dua bulanan lagi mereka menunggu ujian nasional dan di waktu yang tersisa itu mereka terus belajar bersama – sama setiap hari. Bahkan anak – anak yang di luar panti memutuskan untuk tinggal sementara di panti dengan alasan bahwa mereka hendak belajar bersama – sama di malam harinya juga. Dan merekapun di setujui oleh bapak ketua panti dengan catatan tidak berbuat rebut dan makan ditanggung sendiri – sendiri. Bapak ketua panti merasa sangat bangga kepada Aput karena dia sudah bisa dengan besar hati membagikan ilmunya dengan teman – temannya walaupun selama ini dia selalu di jauhi oleh teman – temannya.
Tiba akhirnya bagi mereka menerima hasil dari TO. Perasaan mereka bercampur aduk menjadi satu, ada cemas, takut, gugup, tidak percaya diri dan semua perasaan yang lain bercampur. Mereka semakin tidak sabar melihat hasil usahanya itu. Mereka terus bertanya hasilnya seperti apa, lalu bapak kepala sekolah mengumumkan bahwa yang lulus dalam TO itu hanya satu orang dan orang itu adalah Aput. Aput merasa sangat senang sekaligus sedih kenapa harus satu orang saja yang harus lulus.

“ pak. Benar hanya satu??”
“ benar put, hanya kamu.”
“ ada kesalahan mungkin pak.???”
“ tidak ada yang salah put, benar hanya kamu”

Serasa Aput tidak percaya akan hasil yang di raihnya dia takut kalau teman – temannya menjadi benci kepadanya karena hanya dia yang bisa lulus di ujian percobaan ini. Ketakutan Aput ternyata salah semua teman malah berbalik memberikan dia selamat atas keberhasilannya. Aputpun merasa sangat bahagia mendengar ucapan selamat dari teman – teman dan guru – gurunya itu.

“ put, selamat ya atas kelulusanmu”
“ terimakasih”
“ nanti kamu masih bisa mengajari kami lagi kan???”
“ oh. Tentu aku siap demi kelulusan kita bersama”
“ makasih ya put”
“ sama – sama, tapi maaf aku mengajarkan kalian tapi kalian tidak lulus”
“ itu bukan salah kamu kok, itu salah kami juga yang masih kurang beda seperti kamu”
“ gak juga, aku belajar hanya di waktu kalian datang saja, seterusnya aku tidak”
“ ya kamu kan berbeda dengan kami put”
“ akh kalian ini, ok kita nanti belajar lagi untuk ujian yang sesungguhnya”
“ ok. Put.”

Akhirnya Aput yang menyangka bahwa dirinya akan kembali ditinggalkan oleh teman – temannya itu ternyata salah. Sesampainya dia dipanti dia di Tanya oleh bapak ketua panti, dengan sangat berbangga Aput menjawab LULUS. Bapak ketua panti punmemberikan selamat kepada dia.

“ bagus, selamat ya… pertahankan itu”
“ iya pak makasih”
“ loh kok kamu kelihatannya tidak senang???”
“ jadi begini pak, yang lulusnya hanya saya seorang”
“ waduh hebat dong kamu, kalau hanya kamu yang lulus”
“ maka dari itu pak, aku takut kalau ujian yang sesungguhnyapun akan sama”
“ tenang saja, teman – temanmu masih akan belajar lagi kan???”
“ iya sih pak, mereka masih tetap mau belajar dengan ku”
“ bagus kalau begitu kamu terus ajari mereka ok.”
“ pasti dong pak”
“ ya sudah kamu istirahat sanah”
“ iya pak, terimakasih.”

  Aput yang telah sangat lelah dengan semua kejadian di sekolah akhirnya dia beristirahat, tidak lama setelah aput beristirahat dia merasa lega sekali dan tanpa dia sadar dia telah menghabiskan waktu yang begitu banyak untuk beristirahat. Aput yang sudah memiliki jadwal merasa bahwa jadwalnya hari ini terbengkalai, akhirnya dia mulai kembali harinya dengan jadwal yang telah dibuatnya itu.
Esok harinya di sekolah Aput mulai kembali melakukan rutinitasnya disekolah. Tak sedikit waktupun dia sia – siakan untuk suatu hal yang tidak berguna, walau terkadang dia juga suka bercanda untuk menghilangkan rasa penat di hati. Setiap waktu istirahat rasanya bagi Aput itu percuma jika mereka hanya diam dan bercanda saja, Aputpun dengan ideanya mencoba suasana baru selain istirahat Aput dan teman – temannya bisa menggunakan waktu yang luang untuk belajar lagi dengan membagi dua waktu istirahat mereka. Akhirnya kegiatan yang di usulkan oleh Aput di laksanakan oleh para teman – temannya dan juga oleh Aput sendiri tentunya.
Waktu yang di tunggu oleh Aput dan teman – temannya yaitu ujian nasional sebentar lagi akan mereka laksanakan, sekita satu mingguan lagi Aput dan teman – temannya akan melaksanakan ujian itu. Rasa takut mulai datang kembali kepada mereka, mereka takut kejadian pada waktu try out terulang kembali. Aput yang meresa bersemangat mencoba memperkuat teman – temannya agar tidak merasa takut dengan ujian nasional dan akhirnya mereka sudah mulai bersemangat kembali dan memulai belajar kembali dengan Aput.
Satu minggu bukanlah waktu yang lama bagi mereka karena mereka selalu mengisi hari mereka denga belajar, belajar dan belajar denga sedikit candaan dalam belajar mereka. Karena perasaan mereka yang ingin lulus dengan nilai yang sempurna minimal melewati nilai standart kelulusan dan maksimalnya bisa lebih dari pada itu. Waktu yang memang begitu sangat cepat membuat rasa degk – degkan mereka semakin bertambah. Kata – kata semangat dari para guru, kepala sekolah, dan terutama Aput yang selalu menjadi motivator bagi kawan – kawannya itu. Dan tanpa terasa besok mere sudah mulai melaksanakan ujian nasional.
Akhirnya ujian nasional pun mereka laksanakan dengan penuh rasa khidmat dan rasa canggung yang begitu sangat ketika mereka menghadapi para pengawas ujian yang mukanya semua pada seram……. Sebelum masuk ruangan kelas semua ribut membaca buku pelajaran yang akan di ujiankan dan merekapun tidak lupa untuk tetap berdo’a agar di beri kelancaran dan kesuksesan dalam melaksanakan ujian tersebut. Setelah mereka masuk kadalam ruangn ujian rasa takut akan ujian bertambah dengan diawasinya mereka oleh guru – guru yang sangat seram ya… tapi itu hanya di dalam pemikiran mereka saja, walaupun sebenarnya tidak demikian.
Ujian yang menjadi syarat utama kelulusan mereka di SMA, menjadi taruhan selama tiga tahun mereka belajar di sekolah kini akan sedang dilaksanakan oleh mereka, tanpa mereka sadar ketakutan yang telah melanda hati mereka itu menjadi sebuah cambuk tersendiri bagi mereka. Mereka seakan menemukan jawaban – jawaban yang harus di isikan kedalam lembar jawaban yang telah disediakan oleh pengawas ujian. Rasa takut akan ketidak lulusan mereka menjadi berbalik kepada diri mereka sendiri. Hari pertama, kedua, ketiga, empat dan seterusnya hingga akhirnya dia dapat melaksanakan semua ujian dengan baik tanpa ada kesalaha sedikitpun.

“ put, aku senang sekali akhirnya kita dapat menyelesaikan ujian ini”
“ pastinya kita semua senanglah”
“ eh bagaimana jika jika merayakan kesuksesan ini???”
“ wah……. Boleh juga itu!!!”
“ lalu bagaimana kita merayakannya???”
“ bagaimana jika malam ini kita melaksanakan shalat tahajud bersama”
“TAHAJUD…………………….???”
“ iya tahajud”
“ akh kenapa tidak makan – makan saja”
“ kamu ini benk, makan saja”
“ iya ni si benk maunya makan melulu”
“ kenapa harus tahajud sih???”
“ kita patut bersyukur benk atas keberhasilan ini”
“ ok. Lah aku setuju, gimana dengan yang lain???”
“ kami semua setujulah, iya gak???……”
“ BETUL……..”

Rencana telah dibuat oleh mereka untuk merayakan kesuksesan mekera yakni dengan melaksanakan shalat tahajud berjamaah. Siang harinya sebelum mereka shalat tahajud ternyata ada sebagian dari teman aput yang sembunyi – sembunyi curat – coret baju untuk kelulusan kesuksesan mereka belajar di SMA. Bereslah semua kegiatan aput selama di sekolah dengan mimpi – mimpi yang masih dibawanya untuk menghasilkan sesuatu yang lebih besar lagi. Cita – cita yang selalu di impikan dia, selalu di perjuangkan, selalu ditorehkan, selalu dia banggakan. Akan dia pertaruhkan sebentar lagi dalam dunia yang sesungguhnya, yaitu dunia mahasiswa. Aput sadar dengan konsekuensinya dia memasuki dunia mahasiswa.






tunggu cerpen lanjutannya,,,

Tidak ada komentar: